|
Ratusan nasabah Koperasi Karangasem Membangun (KKM) berunjuk rasa di kantor DPRD Karangasem, mereka menuntut agar KKM tidak ditutup, dan meminta ketua KKM, I Gede Putu Kertia, dan managernya I Nengah Wija Negara, dibebaskan. Konsentrasi masa pengunjuk rasa, mulai berdatangan sejak pukul 08.00 Wita pagi. Unjuk rasa baru digelar sekitar pukul 11.00 Wita, tepatnya setelah sejumlah elemen masa berkumpul di lapangan Tanah Aron, yang lokasinya persis didepan Kantor Bupati Karangasem. Dengan menggelar poster bertuliskan, "Bebaskan Kertia", "Turunkan Geredeg" masa kemudian berorasi menuntut agar KKM dibuka kembali. Menurut I Wayan Sudiarta, salah seorang perwakilan nasabah, Senin kemarin. Pihaknya selama ini tidak pernah merasa dirugikan oleh KKM, bahkan dia sudah pernah merasakan "Play" sekali. Untuk itu pihaknya meminta penjelasan mengenai alasan penutupan kantor KKM, serta kejelasan soal pengembalian uang para nasabah yang diinvestasikan di KKM. "masyarakat masih banyak yang tidak tahu kenapa KKM ditutup, untuk itu kami minta pihak aparat keamanan dan instansi terkait untuk menjelaskan masalah ini secara transparan" ujarnya lantang. Setelah cukup lama berorasi, sejumlah perwakilan nasabah, akhirnya diterima oleh Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Sukadana. S.sos, dan sejumlah anggota dewan lainnya. Kepada dewan, para perwakilan nasabah ini meminta agar DPRD segera menyikapi masalah ini, agar tidak menjadi kemelut yang berkepanjangan di masyarakat. Selain itu, perwakilan para nasabah KKM ini juga meminta kepastian waktu pengembalian uang mereka yang diinvestasikan di KKM. Menanggapi hal itu, dewan akan segera membentuk tim untuk menangani masalah ini. Kapolres Karangasem, AKBP Amur Chandra JB SH, telah berulang kali mengeluarkan statement bahwa pihaknya menjamin pengembalian dana nasabah KKM, namun pihaknya menyadari jika masyarakat khususnya para nasabah, belum mengerti dan mendapat informasi soal ini. Untuk itu kapolres meminta bantuan kepada media untuk turut menyebarkan informasi positif, sehingga masyarakat bisa tenang dan mengetahui secara jelas jika dana yang mereka investasikan pasti akan dikembalikan. "kami akan membentuk tim dengan melibatkan Bank Indonesia, dan Pemerintah Daerah, yang nantinya akan bekerja untuk mengembalikan uang rakyat yang diinvestasikan di KKM" tegas Kapolres. Pihaknya menghimbau kepada masyarakat, khususnya para nasabah untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak benar, yang justru akan mengganggu kemanan. Usai berorasi di depan Gedung DPRD Karangasem, masa kemudian melakukan Long March menuju kekantor Bupati yang berada tidak jauh dari Gedung DPRD, setiba didepan kantor Bupati, masa kembali berorasi yang intinya meminta penjelasan terkait alasan penutupan KKM, dan meminta kejelasan soal pengembalian uang mereka yang diinvestasikan di KKM. Wakil Bupati Karangasem, I Gusti Lanang Rai, yang saat itu berada di kantor bupati, langsung keluar untuk menenangkan masa. Dihadapan para pengunjuk rasa, Wabup mengaku akan berkoordinasi dengan unsur Muspida, untuk mendesak Kapolda agar segera membentuk tim. Aksi demo ratusan nasabah senin kemarin, mendapat pengamanan ketat ratusan pasukan gabungan dari Brimobda dan Dalmas Polda Bali, yang di Back-up oleh Pasukan TNI. Masa pun akhirnya membubarkan diri setelah mendapat penjelasan dari Wabup Lanang Rai. Sementara itu, hingga sore kemarin, suasana di kantor pusat KKM yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Subagan, Amlapura, terlihat lengang, dan tidak ada terlihat konsentrasi masa. Namun demikian ratusan personil tetap disiagakan selama 24 jam untuk mengamankan kantor yang sudah ditutup tersebut. |