header image
Home
Berita Lokal
Figur/Tokoh
Usulan/Keluhan kpd Bupati
Liputan Khusus
Artikel/Opini
FKB
Blog
Other Menu
Tanya Jawab
Jajak Pendapat
Pencarian Lanjut
Direktori Situs
Lelang Online
Bursa Kerja
Bisnis Direktori
Berita Global
Login Form
Username

Password

Remember me
Password Reminder
No account yet? Create one
Sections
Stats

 

Home arrow Ekonomi & Sosial arrow Megawati jadi petani di Sidemen
Megawati jadi petani di Sidemen PDF Print E-mail
Written by ade   
Jul 24, 2008 at 12:00 AM

Ketua umum DPP PDIP Megawati Soejarna Putri kemarin blusutan di Sawah. Sekitar 30 menit Mega berbecek becek di tengah Sawah Subak Tebola, Dusun Tebola, Desa Sidemen, Kecamatan Sidemen, Karangasem.

Ya saat itu Mega sedang mengadakan Panen Padi jenis MSP (Mari Sejahtrakan Petani). Mega tiba sekitar pukul 11.00 wita bersama dengan suaminya Taufick Kiemas serta ketua DPD PDIP Bali AAN Ratmadi. Nampak hadir juga Wabup Bali terpilih PDIP AAN Puspayoga. Mega saat itu menggunakan baju batik warna biru dan celana seperempat berwarna biru. Sementara sang suami Taufick Kiemas mengunakan Celana hitam dan kemaja hitam. Begitu tiba Maga langsung diajak turun ke sawah untuk melakukan panen padi yang berasal dari bibit bantuan dari PDIP.

Karena lokasi penanaman yang cukup jauh, Mega sempat diajak berjalan di pematang sawah sejauh 300 meter. Sekalipun harus berbecek becek putrid Bung Karno yang bertekad akan maju menjadi Presiden RI kembali nampak tetap sumringah. Mega saat itu juga mengenakan topi khas yang digunakan para petani.

Disawah yang ditaman bibit bantuan dengan nama MSP tersebut Mega sempat berbincang bincang dengan ibu ibu petani yang juga sedang penen pagi. Malah mereka sempat foto bareng dengan mantan Presiden ke 4 RI tersebut. Mega sendiri mendapat penjelasan soal kwalitas padi MSP tersebut dari Wayan Pali dari Deperteman Pertanian DPD PDIP Bali. Menurut Pali padi jenis ini lebih unggul. Bahkan bisa dilakukan dua kali penen. Panen pertama pada umur 95 hari. Kemudian usai di sabit dahanya bisa tumbuh lagi. dan di pupuk serta di belihara dengan baik maka setelah penen pertama 60 hari berikutnya bisa penen untuk kedua kalinya.

Hanya saja hasil penen kedua turun sekitar 30 persen dari penen pertama. Mega sendiri sempat membandingkan bulir padi dari MSP dengan padi lainya. Ternyata yang dari MSP lebih montok. "Ini kayak saya...gemuk," ujarnya sambil disambut cekikikan ibu ibu petani.

"Nasinya enak ngak....?," tanya Mega. Menurut Pali nasinya lebih pulen mirip dengan nasi beras Bali. Sementara dari segi penghasilan petani bisa lebih untung kalau menanam padi jenis ini. Kalau padi biasa per hektarnya hanya mencapai 7 ton, namun dengan jenis ini petani bisa menghasilkan 14 ton per hektarnya. "Kita telah ujicoba di Negara mencapai 14 ton per hektar dan di Denpasar 12 ton," beber Pali.

Sementara untuk bibit petani lebih irit dan efisien. Karena untuk satu hekrat hanya diperlukan 1 kg bibit jenis MSP. Sedangkan untuk padi biasa bisa sampai 10 kg per hektarnya. Di Karangasem sendiri telah dilakukan ujicoba seluas 1 haktar dan 35 are diantaranya di Subak Tebola, Sidemen.

Bibit ini ditemukan 20 tahun lalu oleh Surono Danu kader PDIP di Lampung. Bibit ini dihasilkan dari perkawinan antara Dayang Rinduserende dengan Skem putih-kuning. Hanya saja selama ini bibit belum disebarluaskan. Namun tahun 2009 nanti rencananya bibit unggul tersebut akan di sebarkan di Bali. Malah akan di bagikan mbibit secara gratis untuk petani di Bali. Malah ditarget tahun 2009 65 persen petani di Bali sudah menanam padi jenis ini.

Usai melakukan panen pagi Mega bersama rombongan langsung dijamu disebuah rumah makan di kawasan Persawahan di Subak Tebola. Sementara itu semua pengurus DPC PDIP Karangasem dan wakil rakyat Karangasem nampak hadir dalam kegiatan tersebut.


User Comments

Security Check. Please enter this code Listen to code

<Previous   Next>
Karangasem-Bangkit adalah gerakan kampanye kepedulian bagi Semeton Karangasem (SeKar) baik yg tinggal di Karangasem maupun di rantau agar bersama-sama memikirkan terobosan2 yg bisa mempercepat meng akselerasi pembangunan yg ada. Dengan adanya media komunikasi situs karangasem-bangkit ini maka diharapkan terjalin komunikasi yg effektif bagi ke-3 stakeholder yaitu masyarakat, swasta dan pemerintah.
Who's Online
We have 9 guests online
Berita Terkait
Berita Lawas
Sindikasi
Tag Clouds
karangasem masyarakat dilakukan korban sementara melakukan bupati kemarin mengatakan menjadi selain sekitar daerah langsung menurut pemerintah mengaku secara sehingga beberapa pembangunan pihaknya program pemkab banyak ujarnya terhadap geredeg terjadi sempat

Joomla Modul

Social Bookmark
Add to: Mr. Wong Add to: Webnews Add to: Icio Add to: Oneview Add to: Kledy.de Social Bookmarking Add to:  FAV!T Social Bookmarking Add to: Favoriten.de Add to: Seekxl Add to: Social Bookmark Portal Add to: BoniTrust Add to: Power-Oldie Add to: Bookmarks.cc Add to: Newskick Add to: Newsider Add to: Linksilo Add to: Readster Add to: Yigg Add to: Linkarena Add to: Digg Add to: Del.icoi.us Add to: Reddit Add to: Jumptags Add to: Upchuckr Add to: Simpy Add to: StumbleUpon Add to: Slashdot Add to: Netscape Add to: Furl Add to: Yahoo Add to: Blogmarks Add to: Diigo Add to: Technorati Add to: Newsvine Add to: Blinkbits Add to: Ma.Gnolia Add to: Smarking Add to: Netvouz Add to: Folkd Add to: Spurl Add to: Google Add to: Blinklist Information
Social Bookmarking
IM