|
Sejalan komitment pemerintah pusat untuk menangani kemiskinan secara serius, Pemkab Karangasem kini terus menggenjot kiat-kiat ekstra baik melalui optimalisasi sumber dana APBD amaupun aktif mengajukan proposal kepada pemerintah Pusat untuk memperoleh program terkait pengentasan kemiskinan.
Bupati I Wayan Geredeg terkait program mengatasi kemiskinan mengatakan, untuk menggarap intensif kemiskinan yangdisandang Karangasem sebagai satu-satunya Kabupaten di Bali, disamping mengintensifkan sumber dana pusat seperti melalui program DAK, Dekon, Perimbangan dsb tersebar melalui skema program seperti Pembangunan Infrastruktur mengatasi kekeringan lewat embung geomembran sejak tahun 2006, Optimalisasi Air Baku telaga Waja mengatasi kesulitan air bersih di wilayah dataran rendah, Pembangunan Dermaga Cruise untuk optimalisasi potensi daerah kepariwisataan, Pengembangan Abalon, Mete, Udang Panama berikut Pembibitan. Disamping itu program pusat juga banyak dikucurkan pada sektor pendidikan terutama untuk perbaikan sarana prasarana, peningktan SDM serta program pendidikan, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Kandiri Perdesaan (PNPM-MP) menyasar kemiskinan pedesaan, Program CBD yang terus berjalan sejak tahun 2005 untuk memberdayakan kemiskinan melaui Desa Adat dan berbagai skema paket bantuan lintas sektorasl. Sementara itu untuk konsentrasi sumber dana APBD Karanagasem juga telah meluncurkan program Kredit Tanpa Agunan (KTA) kerjasama BPD Bali-PT.Askrindo dan pemkab Karangasem guna membantu kelompok usaha mikro kecil menengah atas kebutuhan modal usaha, paket bantuan bagi peternak, petani, perajin melalui kelompoknya baik permodalan, sarana serta pelatihan guna meningkatkan kemampuan usaha dan memperbaiki taraf kesejahteraan. Bahkan yang lebih keras lagi upaya yang ditempuh Buapati Karangasem melalui merebut peluang kerja Luar negeri kapal pesiar dan Perusahaan di Darat dengan menjalin kerjasama dengan pengerah tenaga kerja untuk bisa mengirimkan 100 tenaga kerja ke Kapal pesiar yang kini secara bertahap sedang berupaya dipenuhi. Tahun 2007 saja program yang menyangkut sektor riil dikonsentrasikan lewat APBD sebesar 36 milyard rupiah. Dari program tersebut diharapkan terjadi multi player dalam menyasar kemiskinan. Untuk meringankan beban terhadap himpitan kemiskinannya pemerintah juga sedang meluncurkan program Bantuan langsung Tunai (BLT) dimana untuk Karangasem tahap pertama terhadap 40.272 KK miskin digelontor 12 milyard rupiah lebih selama 3 bulan. Juga untuk program Jamkesmas bagi KK miskin tambahan diluar yang ada dalam skema SK Buapati sejumlah 41.826 KK, APBD Karangasem mengkucurkan sekitar 1,5 milyard rupiah untuk menjamin pelayanan kesehatan gratis. |