|
Pura Besakih tercemar oleh ulah oknum guide liar |
|
|
|
|
Contributed by ade bagus
|
|
Oct 23, 2006 at 08:24 PM |
|
Page 1 of 2
Setelah sempat mengalami perbaikan pelayanan dan penataan yg bersungguh-sungguh beberapa waktu lalu, ternyata kondisi dan situasi Pura Besakih tercemar lagi akibat ulah guide liar yg memeras wisatawan yg berkunjung ke sana. Hal ini disampaikan sendiri oleh Gubernur Bali Dewa Made Berata di Wantilan Kesariwarmadewa di Pura Besakih ketika memperingati hari lingkungan hidup yg dipusatkan di sana belum lama ini.
Dalam pidato sambutannya, Gubernur bercerita bahwa beliau secara tidak sengaja mendapat complaint dari seorang pramugari ketika menumpang pesawat udara dalam suatu perjalanan dinas ke Jakarta. Sang pramugari dengan gayanya yang centil tiba2 saja menyeletuk ketika melayani sang gubernur di dalam pesawat. "Pak Gub (Gubernur, red), boleh saya lapor. Baru-baru ini saya berkunjung ke Besakih dan disana saya diantar oleh seorang guide. Saya akui penjelasannya memang bagus, namun ujung-ujungnya saya diperas," demikian celoteh sang pramugari seperti dikutip oleh Gubernur. Mendengar cerita ini, bupati Karangasem I Wayan Geredeg tidak mampu menyembunyikan mukanya yang merah padam dan dahi yang berkerut lebar. "Sebenarnya sudah lama saya ingin menyampaikan hal ini, nah sekarang kita buka aja di sini," lanjut Gubernur. Selain ulah para guide liar, pedagang salak yang ada di sana juga sering menipu konsumen dengan cara menukar buah salak yg ketika ditawar besar2 namun ketika dibuka dirumah berubah wujud menjadi kecil2. Oleh karena itu Gubernur mendesak Bupati Karangasem dan Camat Rendang segera mengambil langkah2 nyata guna memperbaiki situasi dan kondisi pelayanan di Pura Besakih dengan melakukan pembinaan yang berkesinambungan. Gubernur juga mengingatkan bahwa Pura Besakih adalah pura kahyangan jagat dan sudah sepatutnya kita jaga kesuciannya dengan membuat citra yang baik bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara yg berkunjung ke sana.
|